Sunday, March 02, 2008

SEMINAR PERGAULAN ISLAM
“Menjadi Pemuda Gaul dan Prestatif”

Berbagai kegiatan yang sarat dengan budaya hura-hura dan hedonisme akhir-akhir ini telah marak di kalangan generasi muda. Kegiatan yang merusak dan menurunkan nilai-nilai Islam ini kembali bermunculan baik di masyarakat umum maupun di masyarakat kampus tanpa diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islam. Umat terus disuguhi dengan berbagai budaya yang terus mengikis aqidah dan keimanan mereka. Menjadikan mereka memandang baik terhadap berbagai kegiatan yang secara moral maupun kebiasaan sangat bertentangan dengan budaya Indonesia dan nilai-nilai Islam, namun dengan berbagai dalih dan alasan dengan terus dikampanyekan kegiatan-kegiatan tersebut maka secara bertahap namun pasti, maka keburukan itu akan diterima oleh masyarakat.

JMMI sebagai salah satu Lembaga dakwah kampus mempunyai tanggung Jawab besar dalam menjawab problematika ummat tersebut, salah satunya melalui penyiapan generasi muda Islam yang unggul dan peduli terhadap masalah keummatan serta punya komitmen tinggi untuk menjalankan syariat Islam secara totalitas. Karenanya setiap kesempatan harus senantiasa termanfaatkan untuk kegiatan produktif dan prestatif yang menunjang pada pengembangan potensi diri seorang muslim.

Hal inilah yang kemudian mendorong kami untuk mengadakan Seminar Pergaulan Islam dengan tema “Menjadi Pemuda Gaul dan Prestatif” yang merupakan serangkaian kegiatan MIE’08 (Manarul Ilmi Expo 2008) selama kurang lebih sepekan sebagai salah satu bentuk bentuk syiar Islam JMMI ITS baik ke dalam maupun keluar ITS. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menggugah kesadaran, rasa peduli terhadap masalah keummatan dan juga dapat melahirkan pribadi-pribadi muslim unggulan yang berkualitas dan mempunyai kompetensi yang saat ini sedang ditunggu-tunggu kiprah dan karyanya untuk turut memberikan solusi terhadap problematika umat menuju masyarakat yang madani.


1 Maret 2008
oleh Ketua Umum JMMI TPK – Islam ITS 2007-2008
Ahmad Yusuf Ismail

Friday, February 01, 2008

::Disarikan dari buku Sebuah Memoar untuk Sahabat, karangan ”Agung Iswadi”,
Ketum JMMI ITS 2006-2007::



Raport Merah yang Terwariskan

Pernah seorang dosen berkata ”anak-anak=mahasiswa yang sering ngaji dan aktif di kegiatan keislaman, biasanya kalo ngadakan kegiatan ”sering” amburadul manajemennya, Sebaliknya anak-anak yang pintar berorganisasi, tertata manajemen kegiatannya, biasanya kurang dekat dengan kegiatan keislaman.”
Dari secuil pernyataan tersebut, muncul sebuah fenomena, bahwasanya aktivis dakwah, biasanya kalah pamor dengan aktivis lainnya, terutama dalam hal manajerial, profesionalitas dan kreatifitas.Dan lucunya, hal ini terus menerus berulang, bukan sekali, namun berkali-kali menjadi tradisi antar generasi. MBA (Manajemen Berbasis Afwan) masih pula menjadi trandsetternya... Apakah kualitas aktivis dakwah sekarang sedang menurun??
Kaidah dakwah, mengajarkan bahwa kualitas tarbiyah pelaku dakwah pasti akan sebanding dengan akselerasi dan manuver dakwah yang dihasilkan. Karena si pelaku telah melalui rentetan marhalah, penempaan pikroh di tiap fasenya, telah merasakan tajribul amal (latihan-latihan), bergulat dengan qodhoya-qodhoya di medan perangnya yang semakin membentuknya pada pendewasaan berpikir dan bertindak.
Jadi jika ada aktivis dakwah yg loyo, lemah manuvernya, mandul kreatifitasnya, maka proses ”Tarbiyah”nya layak dipertanyakan...

Mulai saat ini, apapun profesinya, dimanapun tempatnya. Bersungguh-sungguhlah dalam menunaikan tugas amanah dakwah. Karena ia adalah sebuah tugas mulia yg hanya untuk insan-insan terpilih.

”Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman akan menyaksikan pekerjaanmu.....” (At Taubah : 105)

Karena sesungguhnya kerja ini adalah rahmad,
Kerja ini adalah Amanah,
Kerja ini adalah Panggilan mulia,
Kerja ini adalah aktualisasi diri,
Kerja ini adalah ibadah,
Kerja ini adalah seni,
Kerja ini adalah Kehormatan,
Dan tentunya kerja ini adalah pelayanan...

Sudah saatnya orang melihat bahwa pekerjaan dakwah ini adalah ukiran prestasi. Bukan kekurangan dan kesalahan warisan.

Friday, January 25, 2008



"Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampaikalian sendiri merasa jemu." (HR Al Bukhari)

Sudah banyakkah hal yang kita tahu? sudah banyakkah keterampilan yang kita punya? Sudah luaskah wawasan kita? sudah banyakkah manusia yang kita kenal? sudah banyakkah kata yang terucapkan? sudah banyakkah pemikiran yang tersalurkan? sudah terwujudkah ide dan rancang karya di pikiran? Demi Allah, ada banyak ilmu yang belum kita amalkan...

Padahal Allah telah menyediakan begitu banyak ladang sebagai lahan amal buat kita. Ada banyak masjid yang "kesepian", TPA kekurangan pembina, Acara syiar da'wah yang kurang lancar dan kurang greget karena pungga2wanya kelebihan amanah, pengelolaan kurang profesional yang terlihat dari kerja panitia dakwah Ramadhan di Kampus kemarin, LDK masih pontang-panting dan compang camping dalam mengadakan acara, ada banyak "aktivis" REMAS yang pacaran, wuih..

Mungkin itu baru yang dekat dan kecil, yang dekat tapi besar, ada ribuan tetangga muslim kita yang miskin, ratusan anak jalanan lalu lalang disekitar kita, ratusan anak muda kehilangan jati diri tergerus budaya hedonis, jutaan umat terancam kristenisasi dan pemurtadan, dll.

Yang jauh dimata tapi harusnya dekat di hati? Jutaan pengungsi Palestina meregang nyawa.
Bocah polos nan lugu dengan ketapel menghadang tank dan buldozer Israel, Muslimah yang diteror, ditarik jilbabnya dan diperkosa. Demi Allah, ada banyak hal yang akan ditanyakanNya kepada kita, soal ukhuwah, cinta dan kepedulian...

"Saya kan juga masih bodoh soal agama, belum layak ambil bagian dalam dakwah. Sepantasnya saya dida'wahi dulu sampai benar-benar bisa. Baru memang kalau nanti saya bisa ceramah, ajak deh saya berdakwah"

Ketahuilah, bahwasanya kalau da'wah hanya ceramah, maka dunia hanya perlu lidah, tak perlu anggota badan yang lain !

Ketika kita bisanya hanya mengebut, tak ada keterampilan laen, betapa berharganya anda sebagai penjemput ustadz pengisi kajian, pun ketika anda hanya seorang yang suka jajan,
andalah referensi sie konsumsi pencari konsumsi terlezat dan "termurah". Ataukah anda
seorang yang suka berpetualang, maka anda pantas jadi referensi dan surveyor tangguh
bagi tim outbond islami. Atau mungkin anda banyak kenalan para sopir, bukankah kita butuh
sie Transportasi? Pun kalau anda bercita-cita menjadi pebisnis sukses, mengapa tidak sejak
sekarang bergabung dengan sie Dana&Usaha? dan yang pasti, anda sendiri yang paham akan
kemampuan dan kemauan diri anda sendiri...

Kalau saja kita bisa meraba masa depan, dibutuhkan orang-orang seperti anda, untuk menghadapi tantangan dan hambatan yang dibutuhkan sebagai rantai penggerak roda
dakwah ini. Dibutuhkan sosok-sosok profesional di berbagai bidang untuk menjawab
tuntutan ummat, teruslah menatap masa depan... Hingga akhirnya akan terjawab pertanyaan
"Mana kontribusi da'wah bagi kemajuan peradaban?" dengan atau tanpa sebuah jawaban
secara lisan.

Kalau kita menengok kebelakang, investasi Utsman telah memakmurkan seluruh Madinah.
Entrepreneurship Abdurrahman bin Auf telah membangun keseimbangan ekonomi ummat
(yang sebelumnya dikungkung hegemoni yahudi). Keuletan petani seperti Abu Thalhah telah
menjamin ketahanan pangan Madinah. Kemahiran Asy Syifa' binti Abdillah yang telah
menjaga kesehatan penduduk Madinah, Administrasi ala Umar bin Khaththab untuk
mensejahterakan negrinya, kejelian akunting Abu Ubadah telah menjamin pemerataan dan
keadilan ekonomi masyarakat.
Ataupun kelihaian perang Khalid yang membuka wilayah-wilayah baru, kecerdikan Amr bin
Ash telah menaklukkan banyak tanah tanpa pertumpahan darah. Begitulah...

Maka kini, mungkin dalam keterbatasan kita, bercita-cita tinggilah...
Siapapun kita, dengan segala yang kita punya...
Kerjakan semuanya yang kau bisa, sampai batas kelelahan menghampiri...
Malam ini, saat kau rasakan pegal di punggung, ngilu di kaki dan nyeri di sendi (maaf, ini
bukan iklan parem kocok pegel linu) berbaringlah bertafakur di tempat tidur.
Bermuhasabahlah sambil merilekskan tubuhmu.
Rasakan kenyamanan istirahat yang sangat, lalu bolehlah engkau bersenandung seperti yang dilantunkan Hijjaz :
selimuti diriku
dengan sutra kasih sayangMu
agar lena nanti, kumimpikan surga yang indah
Abadi
pabila ku terjaga
dapat lagi kurasai
betapa harumnya, wangian surga firdausi
Oh Illahi
(Hijjaz:sebelum mata terlena)

Semoga segala kelelahanmu, berhadiah pijatan lembut bidadari.............



disarikan dari "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim -- Salim A. Fillah"
elfariedi.blogspot.com / fariedi.multiply.com

Saturday, January 12, 2008

Secercah Cahaya


Ketika berada dalam kegelapan, kita pasti akan mencari sumber cahaya, pun ketika hati ini "sedang berada dalam kegelapan", sudah sepatutnyalah kita juga mencari Cahaya Hati...

Jika kita bertanya pada diri kita, manakah lebih mudah mencari sumber cahaya ataukah mencari sumber kegelapan ? pasti orang normal dan sadar akan memilih jalan menuju cahaya...

Temukan cahaya itu...
Dari sang Pemilik Cahaya, agar hidupmu bercahaya...

Ketika orang yang hidupnya sudah bercahaya, maka sudah tidak lagi memikirkan dirinya sendiri sebab dirinya sudah menjadi lentera yang terus menerus menyala, mengajarkan, menyembuhkan dan menyinari jalan bagi orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Bagaikan lilin yang merelakan dirinya lebur bersama kebaikan yang diberikan. Namun akan lebih baik lagi ketika kita mampu berlaku seolah Mentari, yang tak pupus memberi harapan di tiap pagi, tanpa harus meleburkan diri.

Maka bercahaya-lah ketika menuju Cahaya. Memantulkan cahaya ilahi kepada seluruh alam. Jalan telah terbuka lebar dan terang benderang, tak akan mungkin kita tersesat.
Karena Islam itu lebih terang dari sinar Mentari, lebih jelas dari cahaya fajar pagi atau bahkan lebih benderang daripada putihnya siang hari...
Semoga Allah SWT senantiasa membuat hati kita dipenuhi cahaya-Nya.


“Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS 66:8)

Wallahu a’lam bishowab.

elfariedi.blogspot.com / fariedi.multiply.com

Tuesday, December 11, 2007

Wahai embun pagi
Warnailah pagimu slalu
Dengan kilau kebeninganmu
Dengan tetes kesucianmu
Dan hembusan kesejukanmu

Kurindukan kesegaran itu...
Kesegaran yang akan melumuriku...
Kesegaran yang kunanti
selalu...
Ketika ruhiyah ini membutuhkan percikan embun kesegaran itu...

Biarkan embun itu datang...
Biarkan kesejukan itu menghampiri...
di setiap pagi..
di jiwa ini...

Sampai kurasakan
Getaran ke-agunganMu
Allah Ar-Rahman...


IKHWAN SEJATI

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, "ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati". Sang ibu tersenyum dan menjawab "Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tapi dari kontribusi dan kasih sayangnya pada orang-orang disekitarnya, Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutan tuturnya dalam mengatakan kebenaran, Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerjanya, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumahnya, Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan, Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang tersembunyi di balik dada itu. Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya Akhwat yang memuja, tetapi dari Komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya, Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari kesabaran dan ketabahannya dalam menjalani likuan kehidupan, Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Qur'an, tetapi dari konsistennya menjalankan dari apa yang dia baca".

....setelah itu, ia kembali bertanya...

" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"
Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tenteng dia..." ia pun mengambil buku itu

"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu


.: diedit dari berbagai sumber :.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Cukup berat untuk menjadi seorang Muslim Sejati, maka kita jangan pernah lelah mencari petunjukNya, mencari RahmadNya, serta senantiasa Bergerak, dan terus Bergerak menggapai keRidhoanNya...

SeBuaH PeRjaLaNaN PanJanG....!!!
MeRajuT AsA, MeRangKai HaraPaN....!!!